"Revolusi Hijau" di Wundumbite: Sinergi Forkopimcam Poli-Polia dan Babinsa Sukseskan Swasembada Pangan Lokal
04 Desember 2025
SUDIRMAN
90 Kali Dibaca
Berita Desa
WUNDUMBITE, KOLAKA TIMUR – Semangat gotong royong dan komitmen terhadap ketahanan pangan nasional membara di Desa Wundumbite, Kecamatan Poli-Polia. Pada Kamis (4/12/2025), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam) bersama Babinsa dan puluhan warga bahu-membahu melaksanakan penanaman jagung serentak di lahan pertanian desa.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program ketahanan pangan pemerintah, yang bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tidur dan meningkatkan produktivitas pertanian lokal.
Hadirin dan Pelaksanaan
Acara dimulai tepat pukul 08.00 WITA di hamparan sawah tadah hujan Dusun 1 Wundumbite. Lahan seluas 3 hektar menjadi sasaran optimalisasi melalui alokasi Dana Desa untuk program ketahanan pangan tahun ini.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:
Bapak Camat Poli-Polia, Sulaiman, SE
Kepala Desa Wundumbite, Sudirman. S.
Babinsa Desa Wundumbite
Serta tokoh masyarakat dan puluhan petani setempat.
Menggunakan sistem tugal tradisional, para peserta, termasuk pejabat dan aparat keamanan, turun langsung ke lahan untuk menanam bibit jagung hibrida unggulan secara simbolis dan massal. Suasana penuh keakraban dan semangat terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.
Tujuan dan Manfaat
Bapak Camat Poli-Polia, Sulaiman, SE , dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral ini.
"Program penguatan ketahanan pangan ini adalah wujud dukungan kita terhadap Asta Cita Presiden dalam memperkuat lumbung pangan daerah. Kami hadir di sini bukan hanya untuk menanam, tapi juga mendampingi petani, memastikan produksi meningkat, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga desa Wundumbite," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Wundumbite, Bapak (Sudirman. S). Beliau menjelaskan bahwa lahan yang digunakan adalah kebun desa yang sebelumnya kurang produktif, dan kini dioptimalkan melalui program ini.
"Kami menargetkan hasil panen kering pipil minimal 8 ton per hektar," ungkap Kades. "Dengan total lahan 3 hektar, harapannya kita bisa menghasilkan 24 ton jagung untuk memperkuat lumbung pangan desa dan meningkatkan pendapatan asli petani."
Rincian Teknis dan Pendampingan Intensif
Penanaman kali ini menggunakan bibit Jagung Hibrida Varietas Tongkol 2 yang dikenal tahan hama dan memiliki potensi hasil tinggi di dataran rendah.
Babinsa setempat menambahkan bahwa pendampingan dari TNI melalui Babinsa akan terus berlanjut hingga masa panen.
"Peran aktif masyarakat bersama aparat pemerintah dan TNI menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah. Kami akan kawal terus, termasuk dalam perawatan dan pengendalian hama yang mungkin timbul," tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kolaka Timur melalui PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) telah menyusun jadwal pendampingan intensif, fokus pada pemupukan berimbang dan pengendalian hama terpadu (PHT). Jika kondisi cuaca mendukung, panen raya diperkirakan akan berlangsung pada akhir Januari atau awal Februari 2026, sekitar 100-110 Hari Setelah Tanam (HST).